Fr Pedro Arrupe SJ shining shoes for a children in Quito, Ecuador in 1971.

Sejarah
JRS Indonesia

Menghidupi Visi Pedro Arrupe, SJ

Jesuit Refugee Service didirikan pada November 1980 oleh Pater Pedro Arrupe SJ, Pemimpin Umum Serikat Yesus saat itu, untuk menanggapi penderitaan para pengungsi Vietnam yang melarikan diri dari tanah air mereka yang dilanda perang.

Setelah berakhirnya Perang Vietnam pada tahun 1975, ratusan ribu orang Vietnam Selatan meninggalkan rumah mereka, berangkat dengan perahu yang penuh sesak melintasi Laut Cina Selatan. Banyak yang tidak selamat dari perjalanan; mereka dibunuh oleh bajak laut atau tenggelam karena badai dan laut yang ganas. Pater Arrupe merasa terpanggil untuk bertindak. Dia meminta para Yesuit “untuk membawa setidaknya sedikit kelegaan untuk situasi tragis seperti itu”.

Bibit karya JRS di Indonesia dimulai sejak respons terhadap para pengungsi Vietnam tersebut, di kamp pengungsian di Pulau Galang, tempat  menampung mereka yang terdampar di Indonesia.

Sejak saat itu, JRS Indonesia melayani pengungsi dengan beberapa kategori.

Yang pertama yaitu pengungsi internal atau Internally Displaced People. Mereka adalah pengungsi yang terpaksa harus berpindah tempat, namun masih dalam wilayah negaranya sendiri, karena berbagai sebab. Salah satunya adalah karena konflik, seperti di tahun 1999 pasca referendum di Timor Leste, arus pengungsian ke Timor Barat terjadi untuk menghindari konflik dan kekerasan. JRS mendampingi para pengungsi ini, salah satunya agar mereka bisa kembali pulang.

Juga ketika di tahun 2000-an, konflik antar dua kelompok kepercayaan di Maluku terus bereskalasi dan berujung pada kekerasan dan  menyebabkan banyak komunitas harus mengungsi. JRS Indonesia mendampingi mereka lewat pendekatan membangun perdamaian.

Pengungsi internal juga bisa terjadi karena bencana alam. Melalui respon masa darurat, JRS Indonesia mendampingi para pengungsi akibat tsunami Aceh, erupsi Merapi dan gempa bumi di Yogyakarta, gempa bumi di Palu, dan beberapa tempat lainnya.

Sejak tahun 2009 hingga saat ini, JRS Indonesia juga melayani para pengungsi dari luar negeri atau pengungsi dan pencari suaka. Mereka adalah orang-orang yang terpaksa harus berpindah ke negara lain, karena terancam di negaranya. Umumnya mereka berasal dari suku, agama atau kelompok sosial minoritas di negara asal mereka. Mereka tertahan selama bertahun-tahun di Indonesia karena terbatasnya solusi jangka panjang yang tersedia.

Warisan Visi Pater Pedro Arrupe