Benih-Benih Harapan

23 Desember 2023

SAUDARA-SAUDARI terkasih!

Tahun 2023 segera berlalu dan tahun yang baru segera bergulir. Ada begitu banyak hal menyertai perjalanan hidup dan pelayanan kita sepanjang tahun ini. Di satu sisi, kita melihat dan menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan, baik pada tataran global maupun lokal. Belum usai krisis kemanusiaan akibat perang di Ukraina, sekarang mata dunia tertuju pada bencana kemanusiaan yang parah di Jalur Gaza. Sementara itu, konflik di Sudan, Yemen, atau Myanmar, misalnya, terus berlangsung, mengakibatkan penderitaan dan pengungsian paksa ribuan bahkan jutaan orang. Pada bulan November ini, lebih dari 1000 pengungsi Rohingya mendarat di Aceh karena kondisi kamp pengungsian di Bangladesh yang semakin memprihatinkan.

Kita prihatin karena kedatangan mereka yang terancam di negeri asal dan merindukan kehidupan bermartabat di tempat yang baru mendapatkan penolakan karena berbagai alasan.

Di sisi lain, benih-benih harapan terus kita coba tanam. JRS Indonesia bersyukur dapat terus melanjutkan karya penemanan dan pelayanan di antara para pengungsi di Bogor dan Jakarta melalui “Journey with de facto refugees.” Kita juga dapat hadir di Aceh melalui karya advokasi dan proteksi, juga tanggap darurat bagi para pengungsi yang mendarat dan memerlukan bantuan dasar segera. Satu hal lain, JRS Indonesia mulai belajar isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang juga menjadi ancaman kehidupan dan menyebabkan perpindahan paksa. Dalam semua aktivitas ini, kita berupaya menyebarkan cinta kasih dan semangat perdamaian yang kita rindukan bersama.

JRS Indonesia mengingat berbagai pihak yang telah memungkinkan karya pelayanan ini berjalan baik. Kami berterima kasih kepada para donor dan donatur dalam negeri, bantuan dan perhatian dari JRS Asia Pacific maupun International Office, dan partisipasi segenap kolaborator di lapangan. Tahun ini JRS menerima kunjungan dari Jesuit Mission Australia, Direktur Internasional, juga tim Strengthening Country Operation (SCO). Kita juga mengadakan workshop mengenai Core Humanitarian Standards (CHS) yang sangat penting bagi tata kelola JRS Indonesia sebagai lembaga kemanusiaan. Harapannya, rangkaian kerja sama yang telah diusahakan dan memberi buah-buah baik, baik dengan komunitas lokal maupun dengan komunitas pengungsi sendiri, dapat kita teruskan.

Kita harapkan bahwa rangkaian orientasi, pelatihan dan workshop tahun ini sungguh menjadi bekal yang baik untuk JRS Indonesia menyongsong tantangan-tantangan tahun 2024.

Pada Refuge edisi akhir tahun ini, Anda dapat membaca tulisan-tulisan para staf JRS, baik tulisan mengenai kegiatan yang dilakukan maupun tulisan refleksi atas pengalaman mendampingi dan bekerja sama dengan pengungsi. Kami berharap ada inspirasi yang diperoleh dari tulisan-tulisan dan gambar-gambar yang kami bagikan. Akhirnya, kami terus membuka diri bagi kerja sama dengan segenap pihak demi penemanan, pelayanan, dan pembelaan yang lebih berdaya ubah terhadap para pengungsi dan orang-orang yang terpaksa pindah lainnya. Selamat membaca.

Buletin REFUGE edisi Desember 2023

 

Dam SJ