Bersama untuk Kemanusiaan: Memperingati Hari Pengungsi Sedunia 2026 Melalui Olahraga

12 Juli 2026|Syaiful Islam Ramadhan

SETIAP tanggal 20 Juni, dunia memperingati Hari Pengungsi Sedunia (World Refugee Day) sebagai momen untuk mengenang perjalanan, perjuangan, serta ketangguhan jutaan pengungsi di berbagai belahan dunia. Di tahun 2026 ini, JRS Indonesia memperingati hari tersebut melalui pendekatan yang sedikit berbeda, yaitu menggunakan aktivitas olahraga.

Melihat tingginya antusiasme komunitas pengungsi dan pencari suaka terhadap olahraga futsal, khususnya di wilayah Bogor, JRS Indonesia mengangkat Fun Futsal sebagai tema utama peringatan tahun ini. Melalui olahraga, JRS Indonesia ingin menciptakan ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat relasi sosial, serta menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi semua yang terlibat.

Dalam pelaksanaannya, JRS Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM) serta didukung oleh PT Solusi Bangun Indonesia. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua hari yang berbeda, dimulai dengan Fun Futsal Group Stage pada 15 Juni 2026, dan dilanjutkan dengan puncak peringatan Hari Pengungsi Sedunia pada 18 Juni 2026.

Kegiatan Fun Futsal Group Stage mempertemukan tim-tim futsal remaja dari komunitas pengungsi dengan rentang usia 13-18 tahun. Sebanyak lima tim dari empat Refugee-Led Organizations (RLOs) berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu Refugee Learning Nest (RLN), Refugee Learning Center (RLC), Hope Learning Center (HLC), dan Hope Through Sport (HTS).

Pertandingan menggunakan sistem round robin, di mana setiap tim saling bertemu dan mengumpulkan poin dari setiap pertandingan. Dari seluruh pertandingan yang berlangsung, dua tim dengan perolehan poin tertinggi berhak melaju ke babak final. Pada akhir pertandingan group stage, tim HLC dan RLN berhasil memperoleh hasil terbaik dan melanjutkan perjalanan mereka ke pertandingan final.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan Fun Futsal ini memperlihatkan semangat sportivitas, kerja sama, dan antusiasme yang besar dari para peserta. Setiap pertandingan menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, membangun rasa percaya diri, dan kebersamaan dalam suasana yang positif.

Puncak peringatan Hari Pengungsi Sedunia kemudian dilaksanakan pada 18 Juni 2026 di Yayasan KDM, Bekasi. Acara ini dirancang untuk mempertemukan berbagai komunitas melalui olahraga, pertukaran cerita, dan pertunjukan budaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertandingan final Fun Futsal, kemudian dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi yang mempertemukan tim putra dan putri dari komunitas pengungsi dengan tim dari Yayasan KDM, Garuda Baru, serta tim putri dari SOS Children’s Village.

Selain kegiatan olahraga, acara juga menghadirkan sesi Public Awareness yang disampaikan oleh Koordinator Proyek Bogor JRS Indonesia, Zainuddin.

Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat isu pengungsi dari luar negeri di Indonesia, memahami tantangan yang dihadapi komunitas pengungsi, serta melihat bagaimana solidaritas dapat dibangun di antara berbagai komunitas.

Kegiatan dilanjutkan dengan sharing session bersama Jessica Hutting, Koordinator Program BOLA (Bermain Olahraga, Lindungi Anak) dari Yayasan KDM. Dalam sesi tersebut, Jessica membagikan pengalaman mengenai pendampingan dan pemberdayaan anak-anak muda dari lingkungan rentan di Jakarta, termasuk perjalanan tim Garuda Baru yang baru saja meraih prestasi sebagai juara dalam Street Child World Cup 2026 di Meksiko.

Suasana acara menjadi semakin bermakna melalui penampilan budaya yang dibawakan oleh komunitas pengungsi asal Somalia dan Myanmar, serta tarian tradisional Indonesia yang ditampilkan oleh anak-anak binaan Yayasan KDM. Penampilan ini menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya dapat membangun koneksi serta mempererat hubungan antarsesama.

Sebagai penutup, dilakukan pemberian piala dan medali kepada para peserta Fun Futsal sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Selain itu, JRS Indonesia juga memberikan bola futsal kepada tim-tim yang terlibat dalam pertandingan eksibisi sebagai simbol dukungan untuk terus menjaga semangat olahraga dan kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan tamu yang hadir, dilanjutkan dengan tarian Maumere yang dibawakan oleh anak-anak Yayasan KDM.

Melalui peringatan Hari Pengungsi Sedunia 2026, JRS Indonesia berharap kegiatan ini dapat menjadi momen untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri pencapaian yang ada, dan tetap menjaga kepekaan terhadap sesama. Di tengah berbagai perbedaan latar belakang dan pengalaman hidup, kemanusiaan tetap menjadi titik temu yang mempertemukan kita semua.

Kami juga berharap kegiatan ini dapat terus menjadi jembatan antara komunitas pengungsi, organisasi sosial, dan masyarakat luas untuk saling menguatkan dan bersama-sama menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.